Arahan Zonasi Kawasan Cagar Budaya Nagari Pariangan sebagai Kawasan Ancient Minangkabau Tourism

Abstract. Pariangan Village is the oldest nagari in West Sumatra, the place of origin of the ancestors of the Minangkabau people. This Nagari has many cultural and cultural heritage buildings which are still held firmly by the community, so that in 2012 it was designated as one of the most beautiful villages in the world according to Budget Travel and in 2019 it was designated as Ancient Minangkabau Tourism. To protect cultural heritage buildings in this village from being damaged and to maintain their cultural values, it is necessary to carry out zoning activities for cultural heritage buildings. Therefore, this research was conducted to develop zoning directions for the Nagari Pariangan cultural heritage area as an Ancient Minangkabau Tourism area. This research uses an empirical qualitative approach method with descriptive analysis which refers to standard guidelines contained in primary and secondary data collection methods. The results of this research are that there are 4 zones, including the core zone with an area of ​​2.24 Ha, the buffer zone with an area of ​​6.43 Ha, the development zone with an area of ​​7.25 Ha and the supporting zone with an area of ​​25.14 Ha. Abstrak. Nagari Pariangan merupakan nagari tertua di Sumatera Barat, tempat asal usul nenek moyang masyarakat Minangkabau. Nagari ini memiliki banyak bangunan cagar budaya dan budaya yang masih dipegang teguh oleh masyarakat, sehingga pada tahun 2012 ditetapkan sebagai salah satu desa terindah di dunia versi Travel Budget dan pada tahun 2019 ditetapkan sebagai Ancient Minangkabau Tourism. Untuk melindungi bangunan cagar budaya di nagari ini agar tidak rusak dan mempertahankan nilai-nilai budayanya agar tetap terjaga, maka perlu dilakukan kegiatan zonasi bangunan cagar budaya. Maka dari itu diadakannya penelitian ini untuk menyusun arahan zonasi kawasan cagar budaya Nagari Pariangan sebagai kawasan Ancient Minangkabau Tourism. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif empiris dengan analisis deskriptif yang mengacu pada standar pedoman yang terdapat dari metode pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 4 zona, meliputi zona inti dengan luas 2,24 Ha, zona penyangga dengan luas 6,43 Ha, zona pengembang dengan luas 7,25 ha dan zona penunjang dengan luas 25,14 Ha.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Published
2024-08-15
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsurp.v4i3.15365
Primary Topic
Community-based Tourism Development and Sustainability
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00

Funders

Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Arahan Zonasi Kawasan Cagar Budaya Nagari Pariangan sebagai Kawasan Ancient Minangkabau Tourism

Astri Mutia Ekasari, Ira Safitri Darwin, Aurora Yulia Corina
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Community-based Tourism Development and Sustainability
article

Arahan Zonasi Kawasan Cagar Budaya Nagari Pariangan sebagai Kawasan Ancient Minangkabau Tourism

Astri Mutia Ekasari, Ira Safitri Darwin, Aurora Yulia Corina
article en

Abstract

Abstract. Pariangan Village is the oldest nagari in West Sumatra, the place of origin of the ancestors of the Minangkabau people. This Nagari has many cultural and cultural heritage buildings which are still held firmly by the community, so that in 2012 it was designated as one of the most beautiful villages in the world according to Budget Travel and in 2019 it was designated as Ancient Minangkabau Tourism. To protect cultural heritage buildings in this village from being damaged and to maintain their cultural values, it is necessary to carry out zoning activities for cultural heritage buildings. Therefore, this research was conducted to develop zoning directions for the Nagari Pariangan cultural heritage area as an Ancient Minangkabau Tourism area. This research uses an empirical qualitative approach method with descriptive analysis which refers to standard guidelines contained in primary and secondary data collection methods. The results of this research are that there are 4 zones, including the core zone with an area of ​​2.24 Ha, the buffer zone with an area of ​​6.43 Ha, the development zone with an area of ​​7.25 Ha and the supporting zone with an area of ​​25.14 Ha. Abstrak. Nagari Pariangan merupakan nagari tertua di Sumatera Barat, tempat asal usul nenek moyang masyarakat Minangkabau. Nagari ini memiliki banyak bangunan cagar budaya dan budaya yang masih dipegang teguh oleh masyarakat, sehingga pada tahun 2012 ditetapkan sebagai salah satu desa terindah di dunia versi Travel Budget dan pada tahun 2019 ditetapkan sebagai Ancient Minangkabau Tourism. Untuk melindungi bangunan cagar budaya di nagari ini agar tidak rusak dan mempertahankan nilai-nilai budayanya agar tetap terjaga, maka perlu dilakukan kegiatan zonasi bangunan cagar budaya. Maka dari itu diadakannya penelitian ini untuk menyusun arahan zonasi kawasan cagar budaya Nagari Pariangan sebagai kawasan Ancient Minangkabau Tourism. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif empiris dengan analisis deskriptif yang mengacu pada standar pedoman yang terdapat dari metode pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 4 zona, meliputi zona inti dengan luas 2,24 Ha, zona penyangga dengan luas 6,43 Ha, zona pengembang dengan luas 7,25 ha dan zona penunjang dengan luas 25,14 Ha.

Bandung Conference Series Urban & Regional PlanningVol. 4(3)
Bandung Islamic University (ID), Encana (Canada) (CA)
Universitas Islam Bandung
Openalex Percentile: Top 72%
Community-based Tourism Development and Sustainability
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.