Kajian Tingkat Ketahanan Bencana Gempa Bumi di Daerah Sesar Cugenang

Abstract. Earthquakes are one of the natural disasters that often occur in Indonesia, including in the Cugenang fault area. The natural disaster that occurred due to the Cianjur Earthquake on November 21, 2022 not only caused damage to residential buildings but also caused landslides in very vital and densely populated areas that caused large material and non-material losses. In responding to disasters and determining to increase resilience around the Cugenang fault area and reduce the impact of damage and casualties due to disasters. Based on this background, this study aims to identify the characteristics of disaster resilience and assess the level of disaster resilience in the Cugenang fault area. The research method used is a mixture of quantitative and qualitative approaches with a Likert scale analysis model for disaster resilience level assessment. The value for infrastructure resilience in the Cugenang fault area is 3.7 or high, meaning that the current infrastructure has shown good ability to respond to critical situations. The value for disaster mitigation in the Cugenang fault area is 2.6 or low, meaning that disaster mitigation shows what needs to be improved. The value for the Availability of Social and Economic Facilities in the Cugenang fault area is 3.9 or high, meaning that social and economic facilities are already available in the Cugenang fault area. The overall level of disaster resilience is in 3 aspects with an average of 3.7 or high. The assessment is based on the assumption that respondents consider the current infrastructure condition to be able to cope with emergency disasters. Thus, it is necessary to increase disaster resilience in the Cugenang fault area. This research provides a basis for development to improve disaster resilience in the Cugenang fault area. Abstrak. Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di daerah sesar Cugenang. Bencana alam yang terjadi akibat Gempa Cianjur pada pada tanggal 21 November 2022 tidak saja menyebabkan kerusakan bangunan rumah tinggal tetapi juga menimbulkan bencana longsor di area-area yang sangat vital dan padat penduduk yang membuat kerugian material dan non material yang besar. Dalam merespons bencana serta penentuan untuk meningkatkan ketahanan di sekitar daerah sesar Cugenang dan mengurangi dampak kerusakan dan korban jiwa akibat bencana. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ketahanan bencana dan menilai tingkat ketahanan bencana di daerah sesar Cugenang. Metode penelitian yang digunakan adalah campuran antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan model analisis skala likert untuk penilaian tingkat ketahanan bencana. Nilai untuk ketahanan infrastruktur di daerah sesar Cugenang sebasar 3.7 atau tinggi, artinya Infrastruktur yang ada saat ini telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam merespons situasi kritis. Nilai untuk mitigasi bencana di daerah sesar Cugenang sebasar 2.6 atau rendah, artinya mitigasi bencana menunjukkan yang perlu ditingkatkan. Nilai untuk Ketersediaan Fasilitas Sosial dan Ekonomi di daerah sesar Cugenang sebasar 3.9 atau tinggi, artinya sudah tersedia fasilitas sosial dan ekonomi di daerah sesar Cugenang. Keseluruhan tingkat ketahanan bencana dalam 3 aspek dengan rata-rata 3.7 atau tinggi. Penilaian didasarkan pada anggapan bahwa responden menganggap kondisi infrastruktur saat ini sudah dapat menanggulangi kebencanaan darurat. Dengan demikian diperlukan peningkatan ketahanan bencana di daerah sesar Cugenang. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan untuk meningkatkan ketahanan bencana di daerah sesar Cugenang.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Published
2024-08-12
DOI
https://doi.org/10.29313/bcsurp.v4i3.13760
Primary Topic
Geotechnical and construction materials studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Kajian Tingkat Ketahanan Bencana Gempa Bumi di Daerah Sesar Cugenang

Arya Mulya Ihsan, Ernady Syaodih
Bandung Conference Series Urban & Regional Planning
Geotechnical and construction materials studies
article

Kajian Tingkat Ketahanan Bencana Gempa Bumi di Daerah Sesar Cugenang

Arya Mulya Ihsan, Ernady Syaodih
article en

Abstract

Abstract. Earthquakes are one of the natural disasters that often occur in Indonesia, including in the Cugenang fault area. The natural disaster that occurred due to the Cianjur Earthquake on November 21, 2022 not only caused damage to residential buildings but also caused landslides in very vital and densely populated areas that caused large material and non-material losses. In responding to disasters and determining to increase resilience around the Cugenang fault area and reduce the impact of damage and casualties due to disasters. Based on this background, this study aims to identify the characteristics of disaster resilience and assess the level of disaster resilience in the Cugenang fault area. The research method used is a mixture of quantitative and qualitative approaches with a Likert scale analysis model for disaster resilience level assessment. The value for infrastructure resilience in the Cugenang fault area is 3.7 or high, meaning that the current infrastructure has shown good ability to respond to critical situations. The value for disaster mitigation in the Cugenang fault area is 2.6 or low, meaning that disaster mitigation shows what needs to be improved. The value for the Availability of Social and Economic Facilities in the Cugenang fault area is 3.9 or high, meaning that social and economic facilities are already available in the Cugenang fault area. The overall level of disaster resilience is in 3 aspects with an average of 3.7 or high. The assessment is based on the assumption that respondents consider the current infrastructure condition to be able to cope with emergency disasters. Thus, it is necessary to increase disaster resilience in the Cugenang fault area. This research provides a basis for development to improve disaster resilience in the Cugenang fault area. Abstrak. Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, termasuk di daerah sesar Cugenang. Bencana alam yang terjadi akibat Gempa Cianjur pada pada tanggal 21 November 2022 tidak saja menyebabkan kerusakan bangunan rumah tinggal tetapi juga menimbulkan bencana longsor di area-area yang sangat vital dan padat penduduk yang membuat kerugian material dan non material yang besar. Dalam merespons bencana serta penentuan untuk meningkatkan ketahanan di sekitar daerah sesar Cugenang dan mengurangi dampak kerusakan dan korban jiwa akibat bencana. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ketahanan bencana dan menilai tingkat ketahanan bencana di daerah sesar Cugenang. Metode penelitian yang digunakan adalah campuran antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan model analisis skala likert untuk penilaian tingkat ketahanan bencana. Nilai untuk ketahanan infrastruktur di daerah sesar Cugenang sebasar 3.7 atau tinggi, artinya Infrastruktur yang ada saat ini telah menunjukkan kemampuan yang baik dalam merespons situasi kritis. Nilai untuk mitigasi bencana di daerah sesar Cugenang sebasar 2.6 atau rendah, artinya mitigasi bencana menunjukkan yang perlu ditingkatkan. Nilai untuk Ketersediaan Fasilitas Sosial dan Ekonomi di daerah sesar Cugenang sebasar 3.9 atau tinggi, artinya sudah tersedia fasilitas sosial dan ekonomi di daerah sesar Cugenang. Keseluruhan tingkat ketahanan bencana dalam 3 aspek dengan rata-rata 3.7 atau tinggi. Penilaian didasarkan pada anggapan bahwa responden menganggap kondisi infrastruktur saat ini sudah dapat menanggulangi kebencanaan darurat. Dengan demikian diperlukan peningkatan ketahanan bencana di daerah sesar Cugenang. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengembangan untuk meningkatkan ketahanan bencana di daerah sesar Cugenang.

Bandung Conference Series Urban & Regional PlanningVol. 4(3)
Bandung Islamic University (ID), Encana (Canada) (CA)
Openalex Percentile: Top 80%
Geotechnical and construction materials studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.