Literasi dalam Menanggulangi Cyberbullying di Dunia Pendidikan

Abstract. Social media has now become a part of people's lives, social media has become a forum for its users to interact with one another. The lack of literacy understanding regarding the wise use of social media has an influence on cyber bullying behavior. Bullying itself is defined as repeated activities that involve the desire of a stronger party to hurt a weaker party both physically and psychologically. The method used in this research is qualitative, with this research approach being carried out using case study analysis, data processing, namely by interviewing, observing and documenting the research object, namely the West Java Education Service. The research subject is the Project Program for Strengthening the Profile of Pancasila Students at SMA Negeri 16 Bandung. Bullying behavior can have a negative impact on social media users, whether perpetrators or victims of this behavior, so digital literacy is considered important in overcoming cyber bullying. Abstrak. Media sosial sekarang ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, media sosial menjadi wadah bagi para penggunanya untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya. Sedikit nya pemahaman literasi mengenai penggunaan media sosial yang bijak menjadi pengaruh terhadap perilaku perundugan siber. Perundungan atau Bullying itu sendiri didefinisikan sebagai kegiatan berulang yang melibatkan keinginan pihak yang lebih kuat untuk melukai pihak yang lebih lemah baik secara fisik maupun psikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif, dengan pendekatan penelitian ini dilakukan menggunakan analisis studi kasus perolahan data yakni dengan mewawancara, obeservasi dan Dokumentasi kepada objek Penelitan yakni Dinas Pendidikan Jabar. Dengan subjek penelitian yakni Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 16 Bandung. Perilaku perundungan bisa berdampak buruk bagi pengguna media sosial baik pelaku atau korban perilaku tersebut maka dengan adanya literasi digital dirasa penting dalam penanggulangan perundungan siber.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Bandung Conference Series Communication Management
Published
2024-08-14
DOI
https://doi.org/10.29313/bcscm.v4i2.14419
Primary Topic
Educational Methods and Media Use
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Literasi dalam Menanggulangi Cyberbullying di Dunia Pendidikan

Mochamad Ichsan Husnadin Diben, Indri Rachmawati
Bandung Conference Series Communication Management
Educational Methods and Media Use
article

Literasi dalam Menanggulangi Cyberbullying di Dunia Pendidikan

Mochamad Ichsan Husnadin Diben, Indri Rachmawati
article en

Abstract

Abstract. Social media has now become a part of people's lives, social media has become a forum for its users to interact with one another. The lack of literacy understanding regarding the wise use of social media has an influence on cyber bullying behavior. Bullying itself is defined as repeated activities that involve the desire of a stronger party to hurt a weaker party both physically and psychologically. The method used in this research is qualitative, with this research approach being carried out using case study analysis, data processing, namely by interviewing, observing and documenting the research object, namely the West Java Education Service. The research subject is the Project Program for Strengthening the Profile of Pancasila Students at SMA Negeri 16 Bandung. Bullying behavior can have a negative impact on social media users, whether perpetrators or victims of this behavior, so digital literacy is considered important in overcoming cyber bullying. Abstrak. Media sosial sekarang ini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, media sosial menjadi wadah bagi para penggunanya untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya. Sedikit nya pemahaman literasi mengenai penggunaan media sosial yang bijak menjadi pengaruh terhadap perilaku perundugan siber. Perundungan atau Bullying itu sendiri didefinisikan sebagai kegiatan berulang yang melibatkan keinginan pihak yang lebih kuat untuk melukai pihak yang lebih lemah baik secara fisik maupun psikologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif, dengan pendekatan penelitian ini dilakukan menggunakan analisis studi kasus perolahan data yakni dengan mewawancara, obeservasi dan Dokumentasi kepada objek Penelitan yakni Dinas Pendidikan Jabar. Dengan subjek penelitian yakni Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri 16 Bandung. Perilaku perundungan bisa berdampak buruk bagi pengguna media sosial baik pelaku atau korban perilaku tersebut maka dengan adanya literasi digital dirasa penting dalam penanggulangan perundungan siber.

Bandung Conference Series Communication ManagementVol. 4(2)
Bandung Islamic University (ID)
Openalex Percentile: Top 73%
Educational Methods and Media Use
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

Literasi dalam Menanggulangi Cyberbullying di Dunia Pendidikan — Mochamad Ichsan Husnadin Diben, Indri Rachmawati · Bandung Conference Series Communication Management (2024) | TGRS Research Map | TGRS