Penyesuaian Diri Wanita Yang Menikah Beda Budaya

Individual adjustment in marriage is essential to achieving a successful and happy marriage. Marriages of different cultures can lead to challenges in marriage life, such as differences in values and customs. This study aims to find out the individual's adaptation to living in a different-cultural marriage. This research uses a qualitative approach to this type of case study. The subjekt selection procedure uses purposive sampling techniques with a total of six individuals who are married to couples of different cultures. Techniques of data collection through observations and interviews. The collected data is analyzed with thematic analysis techniques, using the theory as a reference to coding. The results of the study found that six subjekts were able to adapt well to different cultural marriages. The adaptations carried out included experiences of adaptation and ways of adapting in marriages of different cultures. Adaptation experiences include relationships with spouses, relations with families, and marriage challenges. Therefore, adaptation can be done through communication, agreement, acceptance of differences, understanding, financial management, appetite alignment, and language alignment. The implications of this research are that it can raise public awareness of cultural diversity and the challenges faced by couples of different cultures, reduce prejudice and discrimination, and help couples from various cultures adapt more easily to the new environment.Penyesuaian individu dalam pernikahan merupakan hal penting untuk mencapai pernikahan yang sukses dan bahagia. Pernikahan beda budaya dapat menyebabkan tantangan dalam kehidupan pernikahan berupa adanya perbedaan nilai maupun adat istiadat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian diri individu dalam menjalani pernikahan beda budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Prosedur pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek enam orang individu yang menikah dengan pasangan yang berbeda budaya. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis tematik menggunakan teori sebagai acuan untuk melakukan coding. Hasil penelitian menemukan bahwa enam subjek mampu menyesuaikan diri dalam pernikahan beda budaya dengan baik. penyesuaian diri yang dilakukan meliputi pengalaman penyesuaian diri dan cara menyesuaikan diri dalam pernikahan beda budaya. Pengalaman penyesuaian diri mencakup hubungan dengan pasangan, hubungan dengan keluarga dan tantangan pernikahan. Oleh karena itu, cara untuk penyesuaian diri dapat dilakukan dengan komunikasi, kesepakatan, menerima perbedaan, memahami, pengelolaan keuangan, penyelarasan selera makanan, dan penyelarasan bahasa. Implikasi penelitian ini yaitu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberagaman budaya dan tantangan yang dihadapi pasangan beda budaya, mengurangi prasangka dan diskriminasi, serta dapat membantu pasangan beda budaya untuk lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Authors

Publication Details

Journal
Syiah Kuala Psychology Journal
Published
2024-10-01
DOI
https://doi.org/10.24815/skpj.v2i2.30834
Primary Topic
Cultural and Artistic Studies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Penyesuaian Diri Wanita Yang Menikah Beda Budaya

Zahrina Arifah, Fadhila Nurul Aulia, Raisyah Aliyah Nadhifah, Ariqa Khairunnisa et al.
Syiah Kuala Psychology Journal
Cultural and Artistic Studies
article

Penyesuaian Diri Wanita Yang Menikah Beda Budaya

Zahrina Arifah, Fadhila Nurul Aulia, Raisyah Aliyah Nadhifah, Ariqa Khairunnisa, Junicha Khairunnisa.MR, Agustian Hasnan Hakim, Kartika Sari
article en

Abstract

Individual adjustment in marriage is essential to achieving a successful and happy marriage. Marriages of different cultures can lead to challenges in marriage life, such as differences in values and customs. This study aims to find out the individual's adaptation to living in a different-cultural marriage. This research uses a qualitative approach to this type of case study. The subjekt selection procedure uses purposive sampling techniques with a total of six individuals who are married to couples of different cultures. Techniques of data collection through observations and interviews. The collected data is analyzed with thematic analysis techniques, using the theory as a reference to coding. The results of the study found that six subjekts were able to adapt well to different cultural marriages. The adaptations carried out included experiences of adaptation and ways of adapting in marriages of different cultures. Adaptation experiences include relationships with spouses, relations with families, and marriage challenges. Therefore, adaptation can be done through communication, agreement, acceptance of differences, understanding, financial management, appetite alignment, and language alignment. The implications of this research are that it can raise public awareness of cultural diversity and the challenges faced by couples of different cultures, reduce prejudice and discrimination, and help couples from various cultures adapt more easily to the new environment.Penyesuaian individu dalam pernikahan merupakan hal penting untuk mencapai pernikahan yang sukses dan bahagia. Pernikahan beda budaya dapat menyebabkan tantangan dalam kehidupan pernikahan berupa adanya perbedaan nilai maupun adat istiadat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyesuaian diri individu dalam menjalani pernikahan beda budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Prosedur pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek enam orang individu yang menikah dengan pasangan yang berbeda budaya. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis tematik menggunakan teori sebagai acuan untuk melakukan coding. Hasil penelitian menemukan bahwa enam subjek mampu menyesuaikan diri dalam pernikahan beda budaya dengan baik. penyesuaian diri yang dilakukan meliputi pengalaman penyesuaian diri dan cara menyesuaikan diri dalam pernikahan beda budaya. Pengalaman penyesuaian diri mencakup hubungan dengan pasangan, hubungan dengan keluarga dan tantangan pernikahan. Oleh karena itu, cara untuk penyesuaian diri dapat dilakukan dengan komunikasi, kesepakatan, menerima perbedaan, memahami, pengelolaan keuangan, penyelarasan selera makanan, dan penyelarasan bahasa. Implikasi penelitian ini yaitu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberagaman budaya dan tantangan yang dihadapi pasangan beda budaya, mengurangi prasangka dan diskriminasi, serta dapat membantu pasangan beda budaya untuk lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Syiah Kuala Psychology JournalVol. 2(2)
Openalex Percentile: Top 73%
Cultural and Artistic Studies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.