Potensi Tanaman Genjer ( Limnocharis Flava) dan Teratai (Nympaea Alba) Sebagai Fitoremediator Limbah Tahu
The tofu industry in general does not have a good waste management system, so producers will dump liquid tofu waste into drains that flow into rivers, thus potentially damaging the aquatic ecosystem. The aim of this research is to determine the quality of tofu liquid waste after processing it using of plant yellow bur-head (Limnocharis flava) and white nenuphar (Nymphaea alba), and to find out whether the waste water quality standards Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014. This research was carried out in December 2023. The method used was a randomized block design (RAK), the parameters observed included: TDS, EC, temperature, TSS, DO, and pH. Sample testing was carried out at the UNISMA Integrated Laboratory and Halal Center, data analysis used the ANOVA test with the PAST software program. The research results showed that during the phytoremediation process plant of Limnocharis flava and Nymphaea alba were able to reduce pollutant levels as indicated by a decrease in TDS, EC, temperature, TSS, DO, and pH parameters. The treatment of lotus plants had a lower value compared to genjer plants or a combination of both, this shows that lotus plants are more effective in reducing pollutant levels. Each parameter is in accordance with and does not exceed the waste water quality standards Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014.. The water quality from the phytoremedial process of Limnocharis flava and Nymphaea alba plants is in good condition so it is suitable for its use. Keywords: Tofu Waste, Water Quality, PhytoremediationABSTRAK Industri tahu pada umumnya tidak mempunyai sistem pengelolaan limbah yang baik, sehingga produsen akan membuang limbah cair tahu ke drainase yang mengalir ke sungai, sehingga berpotensi merusak ekosistem perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas limbah cair tahu setelah pengelolaan menggunakan tanaman genjer (Limnocharis flava) dan teratai (Nymphaea alba), serta mengetahui apakah air limbah telah sesuai dengan standar baku mutu air limbah PerMen LH No. 5 Tahun 2014. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023. Metode yang digunakan adalah rencana acak kelompok (RAK), parameter yang diamatai meliputi : TDS, EC, suhu, TSS, DO, dan pH. Pengujian sampel dilaksanakan di Laboratorium Terpadu dan Halal Center UNISMA, analisis data menggunakan software program uji ANOVA PAST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses fitoremediasi tanaman genjer (Limnocharis flava) dan teratai (Nymphaea alba) mampu menurunkan kadar pencemar yang ditandai penurunan pada parameter TDS, EC, suhu, TSS, DO, dan pH. Perlakuan tanaman teratai memiliki nilai lebih rendah dibandingkan dengan tanaman genjer maupun kombinasi keduanya, hal ini menandakan tanaman teratai lebih efektif menurunkan kadar pencemar. Masing-masing parameter telah sesuai dan tidak melebihi standar baku mutu air limbah PerMen LH No. 5 Tahun 2014. Kualitas air dari hasil proses fitoremedian tanaman genjer (Limnocharis flava) dan teratai (Nymphaea alba) dalam kondisi baik sehingga sesuai untuk peruntukanya.Kata kunci : Limbah Tahu, Kualitas Air, Fitoremediasi
Authors
- Husain Latuconsina (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-5253-4683)
- Hamdani Dwi Prasetyo (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-1197-1916)
- Vina Fitria Wulandari
Institutions
- Universitas Islam Malang (ID)
Publication Details
- Journal
- Jurnal Ilmiah Mahasiswa Sains Unisma Malang
- Published
- 2024-09-02
- DOI
- https://doi.org/10.33474/jimsum.v2i2.24795
- Primary Topic
- Heavy Metal Pollution Remediation
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00