MONITORING TENAGA PANEL SURYA BERBASIS IoT (INTERNET of THINGS) DI LAHAN PADI

Saat ini, sebagian area sawah di suatu daerah memerlukan penerangan untuk memudahkan kegiatan petani pada malam atau pagi hari. Untuk meminimalkan kegiatan siang hari, petani juga bekerja di malam hari atau dini hari, misalnya untuk melindungi ladang dari tikus ladang yang berbahaya. Penelitian awal telah dibuat alat pemantau daya panel surya (solar panel) dengan basis Internet of Things, tetapi sensor arus tidak membantu arus DC dan tidak ada lampu penunjuk (indikator) untuk menyalakan lampu. Berdasarkan problem diatas, dirancang peralatan monitoring panel surya dengan basis Internet of Things sekaligus perhitungan arus dan daya DC serta penerangan sawah dengan indikator. Peralatan monitoring energi panel surya ini adalah panel surya untuk sumber pengganti, NodeMCU ESP32 bekerja sebagai sistem penerangan dan pemantauan, yang menerima masukan dari sensor tegangan yang berfungsi untuk mengatur tegangan, dan sensor arus mendeteksi arus yang masuk ke baterai. Analisis yang diperoleh dari penelitian adalah lampu DC dapat dihidupkan/dimatikan berdasarkan data sensor arus sensor dan tegangan yang berhasil digabungkan dengan akurasi 2.86% dan 36.97% dibanding dengan Avometer, dan monitoring menggunakan MQTT dapat diselesaikan dengan kecepatan transfer data yang berhasil sebesar 73.33%.

Authors

Publication Details

Journal
MULTITEK INDONESIA
Published
2024-08-16
DOI
https://doi.org/10.24269/mtkind.v18i1.7303
Primary Topic
Multimedia Learning Systems
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

MONITORING TENAGA PANEL SURYA BERBASIS IoT (INTERNET of THINGS) DI LAHAN PADI

Weny Indah Kusumawati, Pauladie Susanto, Harianto Harianto, Alief Nurul Malik
MULTITEK INDONESIA
Multimedia Learning Systems
article

MONITORING TENAGA PANEL SURYA BERBASIS IoT (INTERNET of THINGS) DI LAHAN PADI

Weny Indah Kusumawati, Pauladie Susanto, Harianto Harianto, Alief Nurul Malik
article en

Abstract

Saat ini, sebagian area sawah di suatu daerah memerlukan penerangan untuk memudahkan kegiatan petani pada malam atau pagi hari. Untuk meminimalkan kegiatan siang hari, petani juga bekerja di malam hari atau dini hari, misalnya untuk melindungi ladang dari tikus ladang yang berbahaya. Penelitian awal telah dibuat alat pemantau daya panel surya (solar panel) dengan basis Internet of Things, tetapi sensor arus tidak membantu arus DC dan tidak ada lampu penunjuk (indikator) untuk menyalakan lampu. Berdasarkan problem diatas, dirancang peralatan monitoring panel surya dengan basis Internet of Things sekaligus perhitungan arus dan daya DC serta penerangan sawah dengan indikator. Peralatan monitoring energi panel surya ini adalah panel surya untuk sumber pengganti, NodeMCU ESP32 bekerja sebagai sistem penerangan dan pemantauan, yang menerima masukan dari sensor tegangan yang berfungsi untuk mengatur tegangan, dan sensor arus mendeteksi arus yang masuk ke baterai. Analisis yang diperoleh dari penelitian adalah lampu DC dapat dihidupkan/dimatikan berdasarkan data sensor arus sensor dan tegangan yang berhasil digabungkan dengan akurasi 2.86% dan 36.97% dibanding dengan Avometer, dan monitoring menggunakan MQTT dapat diselesaikan dengan kecepatan transfer data yang berhasil sebesar 73.33%.

MULTITEK INDONESIAVol. 18(1)
Openalex Percentile: Top 77%
Multimedia Learning Systems
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.

MONITORING TENAGA PANEL SURYA BERBASIS IoT (INTERNET of THINGS) DI LAHAN PADI — Weny Indah Kusumawati, Pauladie Susanto, et al. · MULTITEK INDONESIA (2024) | TGRS Research Map | TGRS