Analisis kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik kelas viii penghafal al-qur’an pada materi peluang

Based on the Regulation of the Minister of Education and Culture of 2016 number 21 concerning Content Standards, which states that the purpose of learning mathematics in schools is so that students can demonstrate a logical, critical, analytical, careful, and meticulous attitude, be responsible, responsive, and not give up easily in solving problems. Students' critical thinking skills can be seen in their learning outcomes. Mathematics learning outcomes can be affected by memorizing the Al-Qur'an because both require the same level of concentration. Probability is one material that has a close relationship with the ability to think critically and mathematically. Thus, this study aims to understand how students who memorize the Al-Qur'an solve math problems in the matter of opportunities. The method used in this research is descriptive qualitative in the form of case study research. Based on the results of the study, it was found that all students who fall into category III achieve very high mathematical critical thinking skills. Then, the majority of students who fall into category II achieve very high mathematical critical thinking skills. Furthermore, students in category I are spread across various categories of mathematical critical thinking skills, with the highest number of students reaching the very low category. So, when viewed from the memorization category, the more the number of students' memorization, the higher their mathematical critical thinking ability. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016 nomor 21 tentang Standar Isi, yang menyatakan bahwa tujuan pembelajaran Matematika di sekolah adalah agar peserta didik dapat menunjukkan sikap logis, kritis, analitis, cermat dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. Kemampuan berpikir kritis siswa dapat dilihat dari hasil belajarnya. Hasil belajar matematika dapat dipengaruhi oleh hafalan Al-Qur'an karena keduanya membutuhkan tingkat konsentrasi yang sama. Probabilitas merupakan salah satu materi yang memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis matematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siswa penghafal Al-Qur'an dalam memecahkan masalah matematika pada materi peluang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk penelitian studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa seluruh siswa yang termasuk dalam kategori III mencapai kemampuan berpikir kritis matematis yang sangat tinggi. Kemudian, mayoritas siswa yang masuk dalam kategori II mencapai kemampuan berpikir kritis matematis sangat tinggi. Selanjutnya, siswa yang berada pada kategori I tersebar pada berbagai kategori kemampuan berpikir kritis matematis dengan jumlah siswa terbanyak mencapai kategori sangat rendah. Jadi, jika dilihat dari kategori hafalan, semakin banyak jumlah hafalan siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan berpikir kritis matematisnya.

Authors

Publication Details

Journal
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika PowerMathEdu
Published
2024-08-30
DOI
https://doi.org/10.31980/pme.v3i2.1783
Primary Topic
STEM Education
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Analisis kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik kelas viii penghafal al-qur’an pada materi peluang

Dadang Juandi, Muthiah Fildzah Noverli, Endang Cahya Mulyaning Asih
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika PowerMathEdu
STEM Education
article

Analisis kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik kelas viii penghafal al-qur’an pada materi peluang

Dadang Juandi, Muthiah Fildzah Noverli, Endang Cahya Mulyaning Asih
article en

Abstract

Based on the Regulation of the Minister of Education and Culture of 2016 number 21 concerning Content Standards, which states that the purpose of learning mathematics in schools is so that students can demonstrate a logical, critical, analytical, careful, and meticulous attitude, be responsible, responsive, and not give up easily in solving problems. Students' critical thinking skills can be seen in their learning outcomes. Mathematics learning outcomes can be affected by memorizing the Al-Qur'an because both require the same level of concentration. Probability is one material that has a close relationship with the ability to think critically and mathematically. Thus, this study aims to understand how students who memorize the Al-Qur'an solve math problems in the matter of opportunities. The method used in this research is descriptive qualitative in the form of case study research. Based on the results of the study, it was found that all students who fall into category III achieve very high mathematical critical thinking skills. Then, the majority of students who fall into category II achieve very high mathematical critical thinking skills. Furthermore, students in category I are spread across various categories of mathematical critical thinking skills, with the highest number of students reaching the very low category. So, when viewed from the memorization category, the more the number of students' memorization, the higher their mathematical critical thinking ability. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2016 nomor 21 tentang Standar Isi, yang menyatakan bahwa tujuan pembelajaran Matematika di sekolah adalah agar peserta didik dapat menunjukkan sikap logis, kritis, analitis, cermat dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah. Kemampuan berpikir kritis siswa dapat dilihat dari hasil belajarnya. Hasil belajar matematika dapat dipengaruhi oleh hafalan Al-Qur'an karena keduanya membutuhkan tingkat konsentrasi yang sama. Probabilitas merupakan salah satu materi yang memiliki keterkaitan erat dengan kemampuan berpikir kritis matematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana siswa penghafal Al-Qur'an dalam memecahkan masalah matematika pada materi peluang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk penelitian studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa seluruh siswa yang termasuk dalam kategori III mencapai kemampuan berpikir kritis matematis yang sangat tinggi. Kemudian, mayoritas siswa yang masuk dalam kategori II mencapai kemampuan berpikir kritis matematis sangat tinggi. Selanjutnya, siswa yang berada pada kategori I tersebar pada berbagai kategori kemampuan berpikir kritis matematis dengan jumlah siswa terbanyak mencapai kategori sangat rendah. Jadi, jika dilihat dari kategori hafalan, semakin banyak jumlah hafalan siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan berpikir kritis matematisnya.

Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika PowerMathEduVol. 3(2)
Openalex Percentile: Top 79%
STEM Education
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.