Ekspresi Ki-67 yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya respons kemoterapi neoadjuvan paklitaksel-karboplatin yang buruk pada kanker serviks stadium IB3, IIA2 dan IIB
Introduction: Cervical cancer is mainly caused by persistent infection with high-risk Human Papillomavirus (HPV) types, especially types 16 and 18. Bulky cervical cancer with tumor size ≥ 4 cm presents significant treatment challenges and has a worse prognosis due to high rates of recurrence and lymph node metastasis. This study aims to investigate the role of high Ki-67 expression as a risk factor for poor response to neoadjuvant chemotherapy with paclitaxel-carboplatin in cervical cancer patients with stages IB3, IIA2, and IIB. Methods: A retrospective analysis was conducted on cervical cancer patients treated at Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah General Hospital, Denpasar, from 2018 to 2019. This study involved patients who received neoadjuvant chemotherapy with paclitaxel-carboplatin followed by radical hysterectomy. Immunohistochemistry was used to evaluate the level of Ki-67 expression in tumor samples. Response to chemotherapy was assessed based on tumor size reduction and postoperative pathological examination. Results: Findings showed that high Ki-67 expression was significantly associated with poor response to neoadjuvant chemotherapy, characterized by less tumor size reduction and unfavorable pathological outcomes. Conclusion: High Ki-67 expression may serve as a predictive biomarker for chemotherapy response in cervical cancer, potentially guiding personalized treatment strategies to improve clinical outcomes. Pendahuluan: Kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh infeksi persisten dengan tipe Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi, terutama tipe 16 dan 18. Kanker serviks bulky dengan ukuran tumor ≥ 4 cm menghadirkan tantangan pengobatan signifikan dan memiliki prognosis lebih buruk karena tingginya tingkat kekambuhan dan metastasis kelenjar getah bening. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran ekspresi tinggi Ki-67 sebagai faktor risiko terhadap respons buruk terhadap kemoterapi neoadjuvan dengan paklitaksel-karboplatin pada pasien kanker serviks stadium IB3, IIA2, dan IIB. Metode: Penelitian ini adalah studi case-control, mengobservasi hubungan antara efek dan faktor risiko pasien kanker serviks yang dirawat di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, dari tahun 2018 hingga 2019. Penelitian ini melibatkan pasien yang menerima kemoterapi neoadjuvan dengan paklitaksel-karboplatin diikuti dengan histerektomi radikal. Imunohistokimia digunakan untuk mengevaluasi tingkat ekspresi Ki-67 dalam sampel tumor. Respons terhadap kemoterapi dinilai berdasarkan pengurangan ukuran tumor dan pemeriksaan patologis pasca operasi. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa ekspresi tinggi Ki-67 secara signifikan berhubungan dengan respons buruk terhadap kemoterapi neoadjuvan, ditandai dengan pengurangan ukuran tumor yang lebih sedikit dan hasil patologis yang tidak menguntungkan. Kesimpulan: Ekspresi tinggi Ki-67 dapat berfungsi sebagai biomarker prediktif untuk respons kemoterapi pada kanker serviks, yang berpotensi membimbing strategi pengobatan yang dipersonalisasi untuk meningkatkan hasil klinis.
Authors
- I Gde Sastra Winata (ORCID: https://orcid.org/0000-0001-6142-960X)
- I Nyoman Gede Budiana (ORCID: https://orcid.org/0000-0002-2910-1054)
- I Wayan Angga Wiadnya
Institutions
- Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar (ID)
Publication Details
- Journal
- Intisari Sains Medis
- Published
- 2024-08-20
- DOI
- https://doi.org/10.15562/ism.v15i2.2108
- Primary Topic
- Cancer and biochemical research
- Type
- article
- Field-Weighted Citation Impact
- 0.00