Evaluasi Kualitas Data Bidang Tanah dalam Rangka Kepastian Hukum Objek Pendaftaran Tanah di Indonesia

Land registration in Indonesia produces data on land parcels of varying quality due to the use of different tools and methods. An evaluation of data quality that aligned with the purpose of land registration, which is to provide legal certainty, is necessary to identify and gradually improve low-quality data. This research was a quantitative descriptive study aimed at analyzing the current quality evaluation of the legal certainty of land parcels as registration objects, using a boundary retracement approach. The study used data from land parcels that the Land Office of Badung Regency, Bali Province, could not process for boundary reversion. We conducted data analysis by examining the contents of measurement documents and categorizing them based on quality evaluation parameters. The results indicated that quality evaluation based on data completeness and mapping validation alone is not reliable enough to provide legal certainty for land registration objects. The evaluation must also incorporate the completeness of measurement documents and boundary retracement parameters to ensure that the quality of land parcel data aligns with land registration objectives. Pendaftaran tanah di Indonesia menghasilkan data bidang tanah dengan kualitas beragam karena penggunaan alat dan metode yang berbeda. Evaluasi kualitas data yang mengacu pada tujuan pendaftaran tanah, yaitu untuk memberikan kepastian hukum, diperlukan untuk mengidentifikasi data berkualitas rendah agar dapat diperbaiki secara bertahap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis evaluasi kualitas yang berlaku saat ini terhadap kepastian hukum bidang tanah sebagai objek pendaftaran dengan menggunakan pendekatan pengembalian batas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bidang tanah yang tidak dapat dilakukan proses pengembalian batas di Kantor Pertanahan Kabupaten Badung Provinsi Bali. Analisis data dilakukan dengan menganalisis isi dokumen pengukuran dan mengklasifikasikannya menurut parameter evaluasi kualitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi kualitas berdasarkan kelengkapan data dan validasi pemetaan belum cukup dapat diandalkan untuk memberikan kepastian hukum objek pendaftaran tanah. Kelengkapan dokumen pengukuran dan parameter pengembalian batas perlu disertakan dalam evaluasi agar data bidang tanah memiliki kualitas yang memenuhi tujuan pendaftaran tanah.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Tunas Agraria
Published
2024-09-02
DOI
https://doi.org/10.31292/jta.v7i3.336
Primary Topic
Legal Studies and Policies
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Evaluasi Kualitas Data Bidang Tanah dalam Rangka Kepastian Hukum Objek Pendaftaran Tanah di Indonesia

Rizqi Abdulharis, Andri Hernandi, Rudi Herlianto Hapsoro
Tunas Agraria
Legal Studies and Policies
article

Evaluasi Kualitas Data Bidang Tanah dalam Rangka Kepastian Hukum Objek Pendaftaran Tanah di Indonesia

Rizqi Abdulharis, Andri Hernandi, Rudi Herlianto Hapsoro
article en

Abstract

Land registration in Indonesia produces data on land parcels of varying quality due to the use of different tools and methods. An evaluation of data quality that aligned with the purpose of land registration, which is to provide legal certainty, is necessary to identify and gradually improve low-quality data. This research was a quantitative descriptive study aimed at analyzing the current quality evaluation of the legal certainty of land parcels as registration objects, using a boundary retracement approach. The study used data from land parcels that the Land Office of Badung Regency, Bali Province, could not process for boundary reversion. We conducted data analysis by examining the contents of measurement documents and categorizing them based on quality evaluation parameters. The results indicated that quality evaluation based on data completeness and mapping validation alone is not reliable enough to provide legal certainty for land registration objects. The evaluation must also incorporate the completeness of measurement documents and boundary retracement parameters to ensure that the quality of land parcel data aligns with land registration objectives. Pendaftaran tanah di Indonesia menghasilkan data bidang tanah dengan kualitas beragam karena penggunaan alat dan metode yang berbeda. Evaluasi kualitas data yang mengacu pada tujuan pendaftaran tanah, yaitu untuk memberikan kepastian hukum, diperlukan untuk mengidentifikasi data berkualitas rendah agar dapat diperbaiki secara bertahap. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis evaluasi kualitas yang berlaku saat ini terhadap kepastian hukum bidang tanah sebagai objek pendaftaran dengan menggunakan pendekatan pengembalian batas. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bidang tanah yang tidak dapat dilakukan proses pengembalian batas di Kantor Pertanahan Kabupaten Badung Provinsi Bali. Analisis data dilakukan dengan menganalisis isi dokumen pengukuran dan mengklasifikasikannya menurut parameter evaluasi kualitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi kualitas berdasarkan kelengkapan data dan validasi pemetaan belum cukup dapat diandalkan untuk memberikan kepastian hukum objek pendaftaran tanah. Kelengkapan dokumen pengukuran dan parameter pengembalian batas perlu disertakan dalam evaluasi agar data bidang tanah memiliki kualitas yang memenuhi tujuan pendaftaran tanah.

Tunas AgrariaVol. 7(3)
Bandung Institute of Technology (ID)
Openalex Percentile: Top 74%
Legal Studies and Policies
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.