The urgency of incorporating real-life conversation into IFL learning materials

While authenticity plays a vital role in foreign language learning, a significant disparity exists between classroom-based learning and the practical use of language in real-world contexts. IFL resources often lack authenticity, failing to mirror the genuine language encounters that learners face beyond the classroom. Therefore, this research explores the motivations, needs, and prior learning experiences of IFL learners to emphasize the importance of integrating real-life conversations into IFL learning materials. This descriptive qualitative research gathered data via surveys and semi-structured interviews with ten foreigners. The findings underscored the varied motivations of participants in learning Indonesian, including personal and familial connections, communication requirements during travel, interests in language, and cultural identity. Participants engaged in instructor-led and self-directed learning as endeavors to boost their proficiency. Intriguingly, there was a discrepancy between their learning experiences and needs. Although the provided IFL materials had successfully fulfilled the learners’ needs in formal settings, they fell short of adequately equipping them for real-world interactions in the intended social settings. Hence, it is suggested that authentic, real-life conversation be incorporated into the IFL materials to meet the diverse practical communication needs of IFL learners. AbstrakKeautentikan memainkan peranan penting dalam pembelajaran bahasa asing, namun pada kenyataannya terdapat kesenjangan yang signifikan antara pembelajaran di kelas dan penggunaan bahasa dalam konteks kehidupan nyata. Sumber belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kerap kali kurang mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia sesungguhnya yang dihadapi pemelajar di luar kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi, kebutuhan, dan pengalaman belajar pemelajar untuk menekankan pentingnya pengintegrasian percakapan real-life dalam materi pembelajaran BIPA. Peneliti mengumpulkan data melalui survei dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian deskriptif kualitatif ini menyoroti beragam motivasi pemelajar dalam mempelajari bahasa Indonesia, yakni hubungan pribadi dan keluarga, kebutuhan komunikasi saat bepergian, minat terhadap bahasa, serta identitas budaya. Para pemelajar belajar bahasa Indonesia secara formal dengan instruktur dan secara mandiri sebagai usaha untuk meningkatkan kecakapan berbahasa Indonesia mereka. Meskipun begitu, masih ditemukan kesenjangan antara pengalaman belajar dan kebutuhan belajar para pemelajar BIPA. Walaupun materi BIPA yang tersedia sudah mengakomodasi kebutuhan berbahasa pemelajar di konteks formal, materi tersebut belum memadai dalam mempersiapkan pemelajar untuk interaksi autentik dalam konteks sosial yang dibutuhkan. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, disarankan untuk mengintegrasikan percakapan real-life ke dalam materi pembelajaran BIPA guna memenuhi kebutuhan komunikasi praktis pemelajar BIPA yang beragam.Kata Kunci: Materi autentik; materi BIPA; percakapan kehidupan nyata

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Inovasi Kurikulum
Published
2024-08-30
DOI
https://doi.org/10.17509/jik.v21i3.72253
Citations
2
Primary Topic
Online and Blended Learning
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
4.19
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

The urgency of incorporating real-life conversation into IFL learning materials

Suci Sundusiah, I Ketut Widia, Nina Amalia Nurichsania
2 citations
Inovasi Kurikulum
Online and Blended Learning
4.19
article

The urgency of incorporating real-life conversation into IFL learning materials

Suci Sundusiah, I Ketut Widia, Nina Amalia Nurichsania
article en
2 citations

Abstract

While authenticity plays a vital role in foreign language learning, a significant disparity exists between classroom-based learning and the practical use of language in real-world contexts. IFL resources often lack authenticity, failing to mirror the genuine language encounters that learners face beyond the classroom. Therefore, this research explores the motivations, needs, and prior learning experiences of IFL learners to emphasize the importance of integrating real-life conversations into IFL learning materials. This descriptive qualitative research gathered data via surveys and semi-structured interviews with ten foreigners. The findings underscored the varied motivations of participants in learning Indonesian, including personal and familial connections, communication requirements during travel, interests in language, and cultural identity. Participants engaged in instructor-led and self-directed learning as endeavors to boost their proficiency. Intriguingly, there was a discrepancy between their learning experiences and needs. Although the provided IFL materials had successfully fulfilled the learners’ needs in formal settings, they fell short of adequately equipping them for real-world interactions in the intended social settings. Hence, it is suggested that authentic, real-life conversation be incorporated into the IFL materials to meet the diverse practical communication needs of IFL learners. AbstrakKeautentikan memainkan peranan penting dalam pembelajaran bahasa asing, namun pada kenyataannya terdapat kesenjangan yang signifikan antara pembelajaran di kelas dan penggunaan bahasa dalam konteks kehidupan nyata. Sumber belajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kerap kali kurang mencerminkan penggunaan bahasa Indonesia sesungguhnya yang dihadapi pemelajar di luar kelas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi motivasi, kebutuhan, dan pengalaman belajar pemelajar untuk menekankan pentingnya pengintegrasian percakapan real-life dalam materi pembelajaran BIPA. Peneliti mengumpulkan data melalui survei dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian deskriptif kualitatif ini menyoroti beragam motivasi pemelajar dalam mempelajari bahasa Indonesia, yakni hubungan pribadi dan keluarga, kebutuhan komunikasi saat bepergian, minat terhadap bahasa, serta identitas budaya. Para pemelajar belajar bahasa Indonesia secara formal dengan instruktur dan secara mandiri sebagai usaha untuk meningkatkan kecakapan berbahasa Indonesia mereka. Meskipun begitu, masih ditemukan kesenjangan antara pengalaman belajar dan kebutuhan belajar para pemelajar BIPA. Walaupun materi BIPA yang tersedia sudah mengakomodasi kebutuhan berbahasa pemelajar di konteks formal, materi tersebut belum memadai dalam mempersiapkan pemelajar untuk interaksi autentik dalam konteks sosial yang dibutuhkan. Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, disarankan untuk mengintegrasikan percakapan real-life ke dalam materi pembelajaran BIPA guna memenuhi kebutuhan komunikasi praktis pemelajar BIPA yang beragam.Kata Kunci: Materi autentik; materi BIPA; percakapan kehidupan nyata

Inovasi KurikulumVol. 21(3)
Indonesia University of Education (ID)
Quality Education
Openalex Percentile: Top 6%
Online and Blended Learning
4.19
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.