Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Permen Lunak (Soft Candy)

Abstract Dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) can provide health benefits to the human body as an antidote to free radicals, besides that, the fruit also has solid waste in the form of skin. Dragon fruit peel waste is usually only thrown away as waste that has little economic value. Soft candy is a food that is really liked by children with its attractive color appearance. The purpose of this service is to determine the prospects for using dragon fruit peel as a basic ingredient for making soft candy in improving business for the people of Ngetal village, Pogalan subdistrict. The target of this service is also aimed at the students of the Nuruttaqwa Islamic Boarding School in forming an attitude of independence in terms of talent interests. The process of making this soft candy includes cooking, pouring, coating with sugar, adding gelatin and packaging. The benefits that can be obtained from this service are increasing creativity in the business sector. To process dragon fruit peel waste into a natural dye base for making soft candy, it can reduce dragon fruit peel waste in the environment and increase the entrepreneurial spirit. Keywords: Dragon Fruit Skin Waste, Soft candy, Entrepreneurship. Abstrak Buah naga (Hylocereus polyrhizus) dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia sebagai penangkal radikal bebas, di samping itu buah tersebut juga memiliki limbah padat berupa kulit. Limbah kulit buah naga biasanya hanya dibuang sebagai sampah yang kurang bernilai ekonomis. Soft candy merupakan salah satu makanan yang sangat disukai oleh anak-anak dengan tampilan warna yang menarik. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui prospek pemanfaatan kulit buah naga sebagai bahan dasar pembuatan soft candy dalam meningkatkan usaha bagi masyarakat desa Ngetal kecamatan Pogalan. Sasaran pengabdian ini juga tertuju pada para santri Pondok Pesantren Nuruttaqwa dalam membentuk sikap kemandirian dalam hal minat bakat. Proses pembuatan permen lunak ini meliputi pemasakan, penuangan, pelapisan dengan gula, penambahan gelatin dan pengemasan. Keuntungan yang dapat diperoleh dari pengabdian ini yaitu meningkatkan kreativitas dalam bidang usaha. Untuk mengolah limbah kulit buah naga menjadi bahan dasar pewarna alami pembuatan soft candy, dapat mengurangi limbah kulit buah naga di lingkungan dan meningkatkan jiwa kewirausahaan. Keywords: Limbah Kulit Buah Naga, Permen Lunak, Kewirausahaan.

Authors

Institutions

Publication Details

Journal
Ngabekti Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published
2024-08-30
DOI
https://doi.org/10.32478/cw9kj293
Primary Topic
Coastal Management and Development
Type
article
Field-Weighted Citation Impact
0.00
Controls
|||
ALL TIME
JAN
FEB
MAR
APR
MAY
JUN
JUL
AUG
SEP
OCT
article

Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Permen Lunak (Soft Candy)

Hanifah Hikmawati, Muhammad Aldan Zahy Fathan
Ngabekti Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Coastal Management and Development
article

Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Permen Lunak (Soft Candy)

Hanifah Hikmawati, Muhammad Aldan Zahy Fathan
article en

Abstract

Abstract Dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) can provide health benefits to the human body as an antidote to free radicals, besides that, the fruit also has solid waste in the form of skin. Dragon fruit peel waste is usually only thrown away as waste that has little economic value. Soft candy is a food that is really liked by children with its attractive color appearance. The purpose of this service is to determine the prospects for using dragon fruit peel as a basic ingredient for making soft candy in improving business for the people of Ngetal village, Pogalan subdistrict. The target of this service is also aimed at the students of the Nuruttaqwa Islamic Boarding School in forming an attitude of independence in terms of talent interests. The process of making this soft candy includes cooking, pouring, coating with sugar, adding gelatin and packaging. The benefits that can be obtained from this service are increasing creativity in the business sector. To process dragon fruit peel waste into a natural dye base for making soft candy, it can reduce dragon fruit peel waste in the environment and increase the entrepreneurial spirit. Keywords: Dragon Fruit Skin Waste, Soft candy, Entrepreneurship. Abstrak Buah naga (Hylocereus polyrhizus) dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia sebagai penangkal radikal bebas, di samping itu buah tersebut juga memiliki limbah padat berupa kulit. Limbah kulit buah naga biasanya hanya dibuang sebagai sampah yang kurang bernilai ekonomis. Soft candy merupakan salah satu makanan yang sangat disukai oleh anak-anak dengan tampilan warna yang menarik. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui prospek pemanfaatan kulit buah naga sebagai bahan dasar pembuatan soft candy dalam meningkatkan usaha bagi masyarakat desa Ngetal kecamatan Pogalan. Sasaran pengabdian ini juga tertuju pada para santri Pondok Pesantren Nuruttaqwa dalam membentuk sikap kemandirian dalam hal minat bakat. Proses pembuatan permen lunak ini meliputi pemasakan, penuangan, pelapisan dengan gula, penambahan gelatin dan pengemasan. Keuntungan yang dapat diperoleh dari pengabdian ini yaitu meningkatkan kreativitas dalam bidang usaha. Untuk mengolah limbah kulit buah naga menjadi bahan dasar pewarna alami pembuatan soft candy, dapat mengurangi limbah kulit buah naga di lingkungan dan meningkatkan jiwa kewirausahaan. Keywords: Limbah Kulit Buah Naga, Permen Lunak, Kewirausahaan.

Ngabekti Jurnal Pengabdian kepada MasyarakatVol. 2(2)
Institut Agama Islam Negeri Bengkulu (ID)
Decent work and economic growth
Openalex Percentile: Top 80%
Coastal Management and Development
AI Navigator

Ask Laika to Summarize, Analyze, and Connect papers live on the map.

Summarize Papers & Methodologies

Extract key findings, datasets, and comparative methods across publications.

Benchmark Rankings & Visual Analytics

Rank top research institutions, authors, funders, topics, and journals by Field-Weighted Citation Impact (FWCI) and paper volume with instant charts.

Connect Distant Disciplines

Bridge topological clusters on the map to find hidden collaborative intersections.